Senin, 29 November 2010

PENDEKATAN MELALUI PAGUYUBAN DAN SISTEM BANJAR

PENDEKATAN MELALUI PAGUYUBAN DAN SISTEM BANJAR

A. Pendekatan dalam sistem banjar
Dalam kelompok – kelompok yang mengikat orang Bali berdasarkan atas prinsip keturunan. Ada pula bentuk kesatuan-kesatuan sosial yang didasarkan kesatuan wilayah,ialah desa.
Kesatuan-kesatuan sosial serupa itu kesatuan yang diperkuat oleh kesatuan adat dan upacara-upacara.Pada umumnya tampak berapa perbedaan antara desa dipegunungan dan desa adat di tanah datar. Menjadi warga desa adat dan mendapat tempat duduk yang khas di balai desa yang disebut bale agung,dan berhak mengikuti rapat-rapat desa yang diadakan secara teratur pada hari-hari tatap.

B. Cara – cara pendekatan bidan dalam wilayah banjar Bali
Para bidan mempunyai berbagai cara untuk pendekatan di antaranya :
a.Menggerakan dan membina peran serta masyarakat. Dalam bidang kesehatan, dengan melakukan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan kesehatan setempat.
b.Pemerintah memberikan, menerapkan, dan menjalankan PosKesDes ( Pos Kesehatan Desa ), yang ditunjukan kepada seluruh masyarakat setempat, dan terjangkau sampai ke daerah pedalaman.
c.Guna penyuluhan masyarakat bertujuan dapat menghasilkan perubahan perilaku yang lestari untuk keluarganya, individu keluarga dan masyarakat itu sendiri.
d.Penyuluhan kesehatan masyarakat ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat .
e.Membina dan memberikan bimbingan dan teknis kepada kader termaksud dukun, ( peran bidan sebagai pendidik ). Bersama kelompok dan masyarakat. menanggulangi masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan kesehatan para ibu, anak, dan KB.
C. Pendekatan dalam paguyuban
Paguyuban atau Gemeinschaft adalah suatu kelompok atau masyarakat yang di antara para warganya diwarnai dengan hubungan-hubungan sosial yang penuh rasa kekeluargaan, bersifat batiniah dan kekal,serta jauh dan pamrih-pamrih.
Ciri-ciri paguyuban
Menurut Ferdinand Tones ciri-ciri dari paguyuban antara lain :


*Ciri pokok :
1. Intimate : hubungan menyeluruh yang mesra
2. Private : hubungan bersifat pribadi, yaitu khusus untuk beberapa orang saja.
3. Exclusive : bahwa hubungan tersebut hanyalah untuk "kita" saja dan tidak untuk orang lain di luar "kita"
*Ciri umum :
1. Adanya hubungan perasaan kasih sayang .
2. Adanya keinginan untuk meningkatkan kebersamaan.
3. Tidak suka menonjolakan diri.
4. Selalu memegang teguh adat lama yang konservatif.
5. Sifat gotong-royong yang masih kuat.
6. Hubungan kekeluargaan masih kental.

D. Tipe paguyuban
Paguyuban memiliki 3 tipe :
1. Paguyuban karena ikatan darah (Gemeinschaft by blood), yaitu paguyuban berdasarkan keturunan , contoh kelompok keluarga besar.
2. Paguyuban karena tempat tinggal (Gemeinschaft by place), yaitu paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga saling tolong-menolong, contoh arisan , RT,RW, Karang taruna, PKK, dll.
3. Paguyuban karena jiwa pikiran (Gemeinschaft by mind), yaitu paguyuban yang terdiri dari orang yang tidak mempunyai hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdekatan, akan tetapi mereka mempunyai jiwa dan pikiran yang sama , payuguban semacam itu tidak sekuat dengan payuguban ikatan berdasarakan keturunan , contoh suatu organisasi.

Pelayanan Kebidanan dengan Pendekatan Payuguban
Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan diperlukan pendekatan-pendekatan khususnya payuguban . Untuk itu kita sebagai tenaga kesehatan khususnya calon bidan agar mengetahui dan mampu melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya kesehatan . Misalnya saja dengan mengadakan kegiatan posyandu di puskesmas-puskesmas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar